Uncategorized

Fan Fiction Story: Ulang Tahun Pertama

Cb1p2DSWwAIDQT8

Namaku Vidy, anak yatim-piatu yang tinggal sama seorang kakak namanya Viny. Mama meninggal pas lahirin aku dan papa tidak kuat menjaga aku sama kak viny makanya dia lari entah kemana. 18 tahun Aku sama Kak viny hidup tanpa orang tua, dan selama 18 tahun itu pula kak viny sama aku hampir gak pernah akur.

“Kak, Vidy pergi dulu yah.” pamit gue ke Kak Viny pas mau kesekolah

Kak viny gak ngejawab.

“Kak?”

“Apa sih, udah pergi sekolah pergi aja, gak usah lebay pamit-pamit“ Kak Viny menjawab dengan amarah.

“kakak kenapa sih masih benci sama aku? Maafin Vidy kalo kakak segitu bencinya sama aku, kalau kakak mengira gara-gara aku mama tinggalin kita Vidy minta maaf. Tapi kita udah kayak gini 18 tahun kak, masa kakak gak pernah mau maafin Vidy?” jelasku sambil terisak

“udah gak usah bawel, emang kenyataannya gara-gara kamu kita jadi kayak gini, coba aja kamu gak lahir mama mungkin masih ada dan papa juga gak mungkin hilang kayak gini.”

Jawaban kak viny seketika bagaikan petir yang menyambarku, selama ini Kak viny hanya diam kepadaku dan baru kali ini dia bicara seperti itu padaku.

“baiklah Kak maafkan aku kalo menurut kakak gara-gara kakak hidup kakak hancur, aku tak akan mengganggu kakak lagi, assalamualaikum” pamitku sambil terisak

Akupun meninggalkan Kak viny, tujuan ku tak tertentu berjalan tanpa tau mau kemana. Kuliat kontak handphoneku, “Kak Yupi” ku telpon kak Yupi dan menanyakan keberadaannya. Kebetulan hari ini Kak Viny dan Kak Yupi tidak ada jadwal theater sehingga Kak yupi tak kemana-kemana.

“Selamat siang” kuketok pintu rumah Kak Yupi

“Siang masuk dek, aduh kamu ini kenapa? Coba cerita.” Kak Yupi cemas, Kak Yupi memang temanku dan Kak Viny. Kak Yupi juga salah satu member Idol Grup ternama di indonesia sama seperti Kak Viny dan sekaligus dewan penasihat bagiku.

Kuceritakan semuanya pada kak Yupi. Dan dia mengizinkan ku tinggal beberapa lama hingga hatiku tenang.

Hari ini sudah seminggu setelah kepergianku dari rumah, Kak Viny pun tak pernah mencariku , mungkin memang Kak Viny tak pernah sayang padaku, ia sangat membenciku lebih baik aku tak usah kembali. Aku sempat berfikir akan mencari kontrakan karna tak mungkin aku harus merepotkan Kak Yupi terus.

“tadi kakak cerita sama Kak Viny, dia cerita tentang kamu yang lari dari rumah” Kak Yupi datang menghancurkan lamunanku

“terus kakak bilang aku disini?”

“belum. dia cerita dia khawatir kamu gak pulang.”

“dia khawatir gak mungkin kak! Dia itu udah benci sama aku, Aku tak akan pulang dan aku tak mau membuat Kak Viny marah lagi, lebih baik aku cari kontrakan dan memulai hidupku tanpa Kak Viny, sebab juga dia bahagia kak tanpa aku.”

“sebentar lagi kakakmu mau ulang tahun dan kamu gak mau pulang.?”

Kalimat itu langsung menyadarkanku pada 18 tahun belakangan, selama bersamaku Kak Viny tidak pernah kuberikan hadiah ucapan bahkan kue.

“kamu mau berbaikan dengan kakakmu? Kak Yupi liat, Kak Viny itu sangat sayang padamu, dia bahkan sudah menelpon ke wali kelasmu disekolah, apa itu kurang membuktikan bahwa kau sangat disayangi oleh kakakmu?”

Lagi-lagi, kata-kata Kak Yupi menguncang pikiran.

“terus, Vidy harus bagaimana kak?”

“berikanlah kado istimewa yang belum pernah kau berikan. Turunkan egomu anggap ini sebagai ulang tahun pertamanya yang dia rayakan bersamamu.”

Saran Kak Yupi sangat membuat pikiranku hidup kembali setelah berusaha melupakan keluargaku.

***

Hari ulang tahun Kak Viny pun telah tiba, Saat itu dia ada jadwal theater sehingga aku memanfaatkan waktu untuk menata rumah menjadi suasana yang bahkan tak pernah aku rasakan. Semoga kakak senang.

Tak lama, kudapati SMS di handphone yang berasal dari Kak Yupi, itu menandakan mereka sudah dekat, malam itu memang Kak Yupi sudah merencanakan untuk mengantar Kak Viny pulang.

Cbzv87nWEAATpn2

Sesaat kudengar pintu rumah terbuka…

“HAPPY BIRTHDAY TO YOU MY BEST SISTER“ teriak ku memecah suasana. Berharap Kak Viny tidak marah.

Namun, ternyata respon yang diberikan Kak Viny sangat mengagetkanku, dia langsung memelukku, untuk pertama kalinya kurasakan pelukan seorang kakak, sangat hangat.

“kamu yang bikin ini semua?” Kak Viny terisak.

“dibantu Kak Yupi sedikit” senyumku menyeringai.

“aku minta maaf kak. gara-gara aku, kakak jadi kayak gini tapi asal kakak…..”

Belum sempat kulanjutkan kata-kata ku Kak Viny sudah menutup mulutku.

“lupakan tentang itu, kakak yang harusnya minta maaf. Karna kakak lupa kalau kakak punya adik yang selucu kamu.” Kak Viny memeluk ku dengan erat.

Kudapati Kak Yupi pergi secara diam-diam dan memberikan tanpa berhasil padaku, jasa Kak Yupi sangat berarti bagi kami.

Sejak saat itu kami menjadi semakin akrab, Kak Viny sering mengantar jemputku, dan menyuruhku menonton performnya yang dimana hari itu Show Seitansai nya. Dia juga lebih perhatian padaku, kado pertama terindahnya adalah aku.

THE END

Author: Ahmad Fauzy A – @ozhyyahmad

Inspiration by Ratu Vieeny Fitrilya

Ratu2Dekade

 

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s